Di Balik Gemerlap HUT Pidie ke-515, Ada Tangis Warga Alue Pigoe yang Kehilangan Sumber Penghidupan

TEROPONG BHAYANGKARA

Minggu, 20 September 2026 - 14:14

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGLI – Gegap gempita perayaan hari jadi Pidie ke-515 dipenuhi sorak-sorai dan deretan pesta yang memanjakan mata. Namun di sela hingar-bingar itu, ada sepenggal kenyataan pahit yang layak menjadi catatan kritis: ribuan keluarga di Alue Pigoe justru kehilangan mata pencaharian saat kamp kerja mereka hangus dilahap api pada hari yang sama.

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di kawasan bukit Alue Pigoe bertepatan dengan kemeriahan ulang tahun Pidie, Minggu (15/9). Asap tebal dan kobaran api menghapus habis harapan para buruh harian yang selama ini menyambung hidup dari tempat tersebut. Ribuan kepala keluarga—ayah, suami, anak, dan pencari nafkah—pulang dengan tangan hampa, wajah tertunduk, disambut keheningan pilu dari keluarga yang menanti di rumah.

Pertanyaannya, di mana perhatian pemerintah daerah? Bagaimana mungkin, pada hari yang diperingati penuh simbol kebesaran, ada ribuan warga yang justru menangis, kehilangan pijakan hidup, tanpa kejelasan masa depan? Apakah euforia pesta dan panggung pertunjukan bisa membungkam air mata yang jatuh di kamp pekerja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta ini melukiskan ironi tajam. Pemerintah dan masyarakat Pidie merayakan usia yang semakin dewasa, namun apakah benar kedewasaan itu mewujud dalam kepekaan sosial? Saat satu sisi berkilauan lampu pesta, sisi lain membara oleh musibah yang luput dari kepedulian bersama.

Siapa yang harus bertanggung jawab? Rencana jangka pendek dan bantuan darurat mesti segera dijawab dengan tindakan konkrit, bukan sekadar pidato simpati yang berhenti di ruang-ruang rapat. Pemerintah wajib hadir, bukan hanya sebagai figur upacara, tapi sebagai pengayom dan pelindung rakyatnya. Harus ada evaluasi menyeluruh terkait mitigasi dan perlindungan pekerja di kawasan rawan bencana, serta jaminan keberlanjutan ekonomi bagi keluarga yang terdampak.

Kapan masyarakat Alue Pigoe akan benar-benar mendapat tempat dalam narasi besar pembangunan Pidie? Jika momentum ulang tahun ini tidak dijadikan refleksi untuk memperkuat empati dan mengutamakan keadilan sosial, maka perayaan umur hanyalah rangkaian angka tanpa makna. Kebesaran sebuah daerah tidak hanya dilihat dari besarnya perayaan, tetapi dari ketulusan merangkul semua warganya, terutama mereka yang jatuh saat yang lain berpesta.

Semoga tangisan yang membekas di Alue Pigoe hari ini menjadi peringatan keras: Pidie tidak bisa besar sendirian, Pidie hanya akan mulia jika semua anak negerinya merasa dihargai, dilindungi, dan didengarkan. Selamat ulang tahun Pidie ke-515, semoga umur panjang juga diikuti hati yang lebih peka bagi semua warganya. (*)

Berita Terkait

PETI Geumpang dan Ancaman Kerusakan Hulu Jadi Sorotan, Wakil Bupati Disinggung, APW Desak Aparat Tidak Hanya Menangkap Operator
Tambang Emas Ilegal di Geumpang Terus Menganga, Negara Didesak Bongkar Jaringan Operasi hingga Rantai Pasok Merkuri

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:40

Polantas Aceh Hadir di Malam Hari, Satlantas Polres Aceh Tenggara Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:56

Polisi Bersama Masyarakat, Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi dengan Ulama dan Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:39

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi kepada Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pengamanan Musda X Golkar, Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:36

Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Silaturahmi dengan KPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:00

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Launching Inovasi Layanan Dokumen Kependudukan “Tuntas di Kecamatan”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:47

Polisi Bersama Masyatakat, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:07

Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Polisi Meupep-Pep, Edukasi Keselamatan di Pagi Hari

Berita Terbaru